Vrydag 03 Mei 2013

perubahan yang terjadi masa remaja


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
       Masa remaja atau pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksualnya. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur sepuluh tahun dan berakhir kurang lebih di usia sembilan belas tahun. Dimana pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Berbagai masalah muncul ketika mereka mengalami berbagai penyesuaian dalam proses menuju kedewasaan tersebut. Sehubungan dengan itu, penulis mengangkat tema “Siklus Kehidupan Manusia pada Remaja”


B.     Tujuan
       Adapun tujuan makalah tentang “Siklus Kehipuan Manusia pada Remaja” adalah :
1.      Untuk mengetahui perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada remaja.
2.      Untuk mengetahui perubahan-perubahan psikologi yang terjadi pada remaja.
3.      Untuk mengetahui masalah-masalah yang terjadi ketika masa pubertas.






BAB 2
TINJAUAN TEORI


A.    Pengertian Remaja
1.      Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to growmaturity
2.      Remaja adalah anak usia 10-19 tahun yang merupakan usia antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan sebagai titik awal proses reproduksi, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini.
3.      Batasan usia remaja menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) adalah 12 sampai 24 tahun
4.      Secara psikologi, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama.
5.      Namun jika pada usia remaja seseorang sudah menikah, maka ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja.


B.     Perubahan-perubahan Fisik pada Remaja
Perubahan fisik pada remaja dibagi menjadi dua yaitu perubahan fisik secara Eksternal dan perunahan fisik secara Internal.
1.      Perubahan fisik secara Eksternal
1.)    Wanita
Perubahan fisik secara eksternal yang terjadi pada wanita antara lain:
a.       Tinggi badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi matang pada usia antara tujuh belas dan delapan belas tahun.

b.      Berat badan
Perubahan berat badan mengikuti jadual yang sama dengan perubahan tinggi badan, perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian-bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak  atau  bahkan tidak mengandung lemak.

c.       Payudara membesar.
Payudara wanita disebut juga glandula mammaria adalah alat reproduksi tambahan yang tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung sejumlah jringan lemak dan di tutupi oleh kulit dengan peningkatan kadar hormon pada wanita saat pubertas akan terjadi perkembangan payudara lebih lanjut, dan biasanya mendahului saat datangnya menstruasi, yaitu kira-kira 2 tahun sebelumnya.
d.      Panggul membesar
e.       Kulit berminyak
f.       Tumbuh bulu pada alat kelamin dan ketiak

2.)    Pria
Perubahan yang fisik secara eksternal pada remaja pria antara lain :
a.       Tinggi badan
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi matang pada usia antara delapan belas tahun dan sembilan belas tahun.

b.      Berat badan
Perubahan berat badan anak laki-laki kurang lebih sama dengan anak perempuan yaitu perubahan berat badan mengikuti jadual yang sama dengan perubahan tinggi badan, perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian-bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan tidak mengandung lemak.

c.       Suara membesar
Tubuh laki-laki mulai memproduksi banyak testosteron, yang menyebabkan perubahan beberapa bagian tubuh, termasuk suara. Laring terletak di tenggorokan di bagian atas trakea, seperti tabung vakum tinggi sekitar 2 inci (5 cm). Laring bertanggung jawab untuk memproduksi suara.
Ada dua otot-otot yang membentang ke laring, pita suara. Bila kita bernapas, pita suara akan merenggang melawan dinding  laring dan benar-benar terbuka untuk memungkinkan udara masuk dan keluar dari paru-paru. Ketika kami berbicara, pita suara berdekatan dengan meregangkan seluruh laring. Udara dari paru-paru dan kemudian dipaksa keluar antara pita suara, menyebabkan itu bergetar dan menghasilkan nada. Oleh karena itu, laring laki-laki akan tumbuh lebih besar sebagai pubertas, pita suara tumbuh lebih panjang dan tebal. Juga tulang wajah akan mulai tumbuh.
Rongga di dalam sinus, hidung dan bagian belakang tenggorokan juga bertambah besar, menciptakan lebih banyak ruang di wajah yang membuat suara lebih banyak ruang untuk echo. Semua faktor ini menyebabkan suara pria itu berubah ketika memasuki pubertas.
d.      Tumbuh jakun
e.       Kulit berminyak
f.       Tumbuh bulu pada alat kelamin dan ketiak


2.      Peruahan fisik secara Internal
Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar.Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Perubahan tersebut antara lain:

a.       Menstruasi
Menstruasi hanya terjadi pada remaja wanita, menstruasi terjadi akibat adanya hormon  yang ada pada dasar otak yaitu hormon gonadotropin. Kadar estrogen yang dihasilkan ovarium meningkat dan sel telur (ovum) masak, ovum yang dikeluarkan oleh ovarium bergerak menuju saluran telur (oviduk) dengan meningkatnya hormon estrogen menyebabkan dinding dalam rahim (lapisan endometrium tumbuh) dinding rahim menebal dan dipenuhi pebuluh darah.
Ini merupakan persiapan terjadinya pembuahan (fertilisasi), embrio yang terbentuk akan dilindungi dan dipasok makanannya oleh dinding dalam rahim namun jika tidak terjadi pembuahan ovum akan mati lalu kadar estrogen akan menurun akibatnya jaringan dan pembuluh darah pada dinding rahim akan meluruh atau mengikis dan dikeluarkan dalam bentuk darah menstuasi. Inilah yang mengakibatkan beberapa wanita mengalami sakit pada saat menstruasi karena dinding rahim mengalami luka. Masaknya ovum berulang setiap 28 hari. Siklus ovulasi ini berakibat pada siklus menstruasi yang berulang setiap 28 hari.

b.      Mimpi basah
Mimpi basah (orgasme spontan) atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan emisi nokturnal, merupakan pengeluaran cairan semen (air mani) di waktu tidur yang biasanya terjadi ketika seorang laki-laki sudah memasuki masa pubertas. Dilansir dari YoungMensHealthSite, emisi noktural biasanya terjadi karena adanya peningkatan hormon testosteron atau kelebihan cairan semen yang tidak dikeluarkan melalui hubungan seksual dan masturbasi. Emisi noktural ini terjadi karena adanya tekanan atau stimulasi pada alat kelamin oleh kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual.
Mimpi basah ini terjadi pada saat seseorang mengalami tidur dalam atau tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang mana mimpi terjadi. Yang kemudian laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan
Bola mata yang cepat
Pada saat tidur dalam itu, pria biasanya mengalami ereksi sekitar 3-5 kali. Bila ia mengalami stimulasi kelamin atau mimpi erotis, maka dimungkinkan terjadinya ejakulasi atau orgasme saat tidur, atau yang disebut dengan mimpi basah.
Kebanyakan pria mengalami emisi noktural ketika remaja atau dewasa muda, sekitar usia 20-an dan 30-an tahun. Tapi tak jarang pula pria dewasa tua yang mengalaminya.
Frekuensi emisi noktural bisa sangat bervariasi di antara pria, tergantung pada usia dan status perkawinan. Dilansir dari TimesOnline, remaja usia 15 tahun rata-rata mengalami 0,36 kali seminggu atau sekitar 1-2 kali sebulan. Sedangkan orang yang sudah menikah usia 50 tahun bisa mengalaminya 2 bulan sekali.

c.       Sistem Pencernaan
      Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa,usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-oto di perut dan dinding-dinding ususmenjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.

d.      Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia tujuh belasatau delapan belas, beratnya dua belas kali berat pada waktu lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.

e.       Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia tujuhbelas tahun ; anak laki-laki mencapat tingkat kematangan baru beberapa tahun kemudian.

f.       Sistem Endokrin
Kegiatan gonad yang meningkat pada masa puber menyebabkan ketidakseimbangan sementara dari seluruh system endokrin pada masa awal puber. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi, meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.

g.      Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas tahun.Jaringan selain tulang, khususnya bagi perkembangan otot, terus berkembang sampai tulangmencapai ukuran yang matang.






C.    Perubahan-perubahan Psikologi pada Remaja
Masa pubertas awal atau singkat saja dengan masa pubertas itu merupakan periode tergugahnya kepribadian anak. Muncullah berbagai minat subyektif  kedalam diri sendiri yang sangat besar. Untuk anak peber tersebut masalah “AKU/DIRIKU” merupakan tema yang penting, dan kehidupan batinlah sendiri kini dijadikan pemikiran dan pematangan.
Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya .
Ciri-ciri remaja menurut Hurlock ( 1990),antara lain :
1.      Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masaremaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akanmempengaruhi perkembangan selanjutnya.
2.      Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak lagi. dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya
3.      Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh,minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, sertakeinginan akan kebebasan.
4.      Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
5.      Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak orang tuamenjadi takut.
6.      Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan darikacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.
7.      Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan kesan bahwa mereka hamper  atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman keras,menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan.

Pada usia puber ini muncul sifat-sifat khas pada remaja wanita dan remaja laki-laki, diantaranya:
1.      Pria
ü  Tertarik pada lawan jenis
ü  Kecemasan
ü  Menonjolkan diri
ü  Sulit bersepakat
ü  Kurang pertimbangan
ü  Ingin mencoba-coba
ü  Mudah terpengaruh
ü  Susah dikendalikan

2.      Wanita
ü  Tertarik pada lawan jenis
ü  Cemas
ü  Mudah sedih
ü  Lebih perasa
ü  Menarik diri
ü  Pemalu
ü  Pemarah



BAB 3
KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka Siklus Kehidupan Manusia pada Remaja adalah fase dimana remaja mengalami masa pubertas, yaitu masa dimana peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa yang disertai dengan per
ubahan fisik dan psikologi mereka.